Selasa, 04 Maret 2014

BEBERAPA MASALAH SOSIAL PENTING

1.      KEMISKINAN
Suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental, mau pun fisiknya dalam kelompok tersebut.
2.      KEJAHATAN
Disebabkan karena kondisi-kondisi dan proses-proses sosial yang sama, yang menghasilkan perilaku sosial lainnya[1].
3.      DISORGANISASI KELUARGA
Perpecahan keluarga sebagai suatu unit karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajibannya sesuai dengan peranan sosialnya.
Secara sosiologi bentuk-bentuk disorganisasi antara lain adalah :
a.       Unit keluarga yang tidak lengkap karena hubungan di luar perkawinan walaupun dalam hal ini secara yuridis dan sosial belum terbentuk suatu keluarga, bentuk ini dapat digolongkan sebagai disorganisasi sebab ayah (biologis) gagal dalam mengisi peranan sosialnya dan demikian juga halnya dengan keluarga pihak ayah maupun keluarga pihak ibu
b.      Disorganisasi keluarga karena putusnya perkawinan sebab perceraian, perpisahan meja, tempat tidur dan seterusnya
c.       Adanya kekurangan dalam keluarga tersebut, yaitu dalam hal komunikasi antara anggota-anggotanya
d.      Krisis keluarga, karena salah satu yang bertindak sebagai kepala keluarga, di luar kemampuannya sendiri meninggalkan rumah, mungkin karena meninggal dunia, dihukum atau karena peperangan
e.       Krisis keluarga yang disebabkan oleh karena faktor-faktor intern, misalnya karena gangguan keseimbangan jiwa salah seorang anggota keluarga  
4.      MASALAH GENERASI MUDA DALAM MASYARAKAT MODERN
Ditandai dengan dua ciri berlawanan antara lain :
a.       Keinginan untuk melawan
b.      Sikap apatis
Demonstration effect yang sangat kuat dan seterusnya merupakan masalah yang terjadi secara sosiologi. Masalah tersebut antaralain dapat diurutkan sebagai berikut :
a.       Persoalan sense of value yang kurang ditanamkan orangtua, terutama yang menjadi warna lapisan yang tinggi dalam masyarakat. Anak-anak dari orangtua yang menduduki lapisan yang tinggi dalam masyarakat biasanya menjadi pusat sorotan dan sumber bagi imitasi untuk anak-anak yang berasal dari lapisan rendah
b.      Timbulnya organisasi-organisasi pemuda (juga pemudi) informal, yang tingkah lakunya tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya
c.       Timbulnya usaha-usaha generasi muda yang bertujuan untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam masyarakat, yang disesuaikan dengan nilai-nilai kaum muda
5.      PEPERANGAN
6.      PELANGGARAN TERHADAP NORMA-NORMA MASYARAKAT
a.       Pelacuran
b.      Delinkuensi anak-anak
Meliputi pencurian, perampokan, pencopetan, penanganiayaan, pelanggaran susila, penggunaan obat-obatan perangsang dan mengendarai mobil(atau kendaraan bermotor lainnya) tanpa mengindahkan norma-norma lalu lintas.
c.       Alkoholisme
d.      Homoseksualitas
Suatu kecenderungan seseorang yang cenderung mengutamakan orang yang sejenis kelaminnya untuk menjadi mitra seksual.
                        Dalam digolongkan ke dalam tiga kategori antara lain :
1.      Golongan yang secara aktif mencari mitra kencan ditempat-tempat tertentu, seperti misalnya bar-bar homoseksual
2.      Golongan pasif, artinya menunggu
3.      Golongan situasional yang mungkin bersikap pasif atau melakukan tindakan-tindakan tertentu
7.      MASALAH PENDUDUK
Di Indonesia gangguan-gangguan tersebut menimbulkan masalah-masalah antara lain:
a.       Bagaimana menyebarkan penduduk, sehingga tercipta kepadatan penduduk yang serasi untuk seluruh Indonesia
b.      Bagaimana mengusahakan penurunan angka kelahiran, sehingga perkembangan kependudukan dapat diawasi dengan saksama
8.      MASALAH LINGKUNGAN HIDUP
Lingkungan hidup tersebut biasanya dibedakan dalam kategori sebagai berikut :
a.       Lingkungan fisik yaitu sebuah benda mati yang ada disekililing manusia
b.      Lingkungan biologis yaitu segala sesuatu disekeliling manusia yang berupa organisme yang hidup (disamping manusia itu sendiri)
c.       Lingkungan sosial, yang terdiri dari orang-orang baik individual mau pun kelompok yang berada disekitar manusia
Sumber :
SOSIOLOGI SUATU PENGANTAR
Karangan Soerjono Soekanto
Penerbit PT.RajaGrafindo Persada
Jakarta, 2007



[1] Donald R. Gressey, “Crime” dalam Contemporary Social Problems, hlm.53  dan seterusnya.

Rabu, 05 Februari 2014

KLASIFIKASI MASALAH SOSIAL DAN SEBAB-SEBABNYA



KLASIFIKASI  MASALAH SOSIAL DAN SEBAB-SEBABNYA:
1.      EKONOMI
Disebabkan oleh kemiskinan, pengangguran dan sebagainya.
2.      BIOLOGIS
Disebabkan oleh penyakit
3.      BIOPSIKOLOGIS
Disebabkan oleh penyakit syaraf(neurosis), bunuh diri, disorganisasi jiwa dan seterusnya
4.      KEBUDAYAAN
Disebabkan oleh persoalan yang menyangkut perceraian, kejahatan, kenakalan anak-anak, konflik rasial dan keagamaan
Ukuran dalam Sosiologi suatu masalah merupakan masalah sosial adalah :
1.      Tidak adanya kesesuaian antara ukuran/nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan tindakan-tindakan sosial
2.      Sumber-sumber sosial dari masalah sosial, yaitu merupakan akibat dari suatu gejala sosial atau bukan, yang menyebabkan masalah sosial.
Contohnya : gagal panen (bukan masalah sosial tapi menyebabkan masalah sosial)
3.      Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan gejala sosial atau tidak, tergantung dari karakteristik masyarakat
4.      Manifest social problems dan latent social problems;
5.      Perhatian masyarakat dalam masalah sosial
6.      Sistem nilai dan dapatnya suatu masalah sosial diperbaiki
Sumber :
SOSIOLOGI SUATU PENGANTAR
Karangan Soerjono Soekanto
Penerbit PT.RajaGrafindo Persada
Jakarta, 2007

Selasa, 07 Januari 2014

MASALAH SOSIAL


Masalah Sosial menyangkut nilai-nilai sosial yang mencakup juga segi moral. Agar dapat mengklasifikasi suatu persoalan sebagai masalah sosial, harus digunakan penilaian sebagai pengukuran. Apabila suatu masyarakat menganggap sakit jiwa, bunuh diri, perceraian, penyalahgunaan obat bius(narcotics addiction) sebagai masalah sosial, masyarakat tersebut tidak hanya menunjuk pada tata kelakuan yang menyimpang. Akan tetapi juga mencerminkan ukuran-ukuran umum mengenai segi moral.
Masalah sosial sering kali dibedakan menjadi dua macam persoalan antara lain yaitu masalah masyarakat dengan problema sosial[1]. Masalah masyarakat menyangkut analisis tentang macam-macam gejala kehidupan masyarakat, sedangkan problema sosial meneliti gejala-gejala abnormal masyarakat dengan maksud untuk memperbaiki atau menghilangkannya. Sedangkan sosiologi menyelidiki persoalan-persoalan untuk dalam masyarakat dengan maksud untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan masyarakat. Sementara itu, usaha-usaha perbaikannya merupakan bagian dari pekerjaan sosial. Dengan kata lain, sosiologi berusaha untuk memahami kekuatan-kekuatan dasar yang berada di belakang kelakuan sosial. Pekerjaan sosial berusaha untuk menanggulangi gejala-gejala abnormal dalam masyarakat, atau untuk memecahkan persoalan-persoalam yang dihadapi oleh masyarakat.
Petunjuk terjadinya masalah sosial :
1.      Simple rates
2.      Composite indexes
3.      Komposisi penduduk
4.      Social distance
5.      Partisipasi sosial


Sumber :
SOSIOLOGI SUATU PENGANTAR
Karangan Soerjono Soekanto
Penerbit PT.RajaGrafindo Persada
Jakarta, 2007


[1]Samuel Koenig, Man and Society, the Basic Teaching of Sociologi, (New York: Barners & Noble Inc.1957), hlm.302